Indah ---hujan ya, syukurlaaah. Berarti aku sedang diberi karunia dari Tuhan untuk merindukanmu. Makhluk indah ciptaan Tuhan yang membuatku agak bias karena menjadi tidak jelas akan melakukan apa jika kamu ada dihadapanku.kalau tiba-tiba aku mengirim sms atau meneleponmu untuk tiba-tiba hadir dihadapanku sekarang apakah wajar? Apakah aku tidak jahat jika harus menyuruhmu dihujami jutaan rintik hujan di luar sana hanya untuk menemuiku sekarang.sebenarnya sudah ada secangkir kopi panas yang menemani di sebelahku tapi ternyata ini tidak juga membantu menghangatkan isi kepalaku yang beku terlalu lama memikirkanmu. Lelah tapi hanya otakku yang lelah.jarak kita dekat, namun mungkin walau kita dekat apa yang aku rasakan belum tentu sama seperti apa yang kamu rasakan. Aku masih tetap memandangi hujan dan kembali menyeruput sedikit demi sedikit kopi yang ada di sebelah kananku untuk sedikit menghangatkan tubuh dari derasnya dan dinginnya hujan di luar sana. Tapi kemudian hujan yang kini sedang kunikmati di luar sana kembali deras, deras dan semakin deras.Perasaanku tak keruan, antara rindu.. sepi.. sedikit kesal namun aku memang terlalu pintar menyimpan ini semua dihadapanmu, yang kamu tangkap ketika kita berhadapan hanya perasaan kikuk luar biasa yang tidak bisa dikontrol oleh syaraf otakku. Aku memang terlalu pintar menyimpan tapi aku tidak pintar menutupinya. Tidak pintar menutupi kekikkukan yang luar biasa di antara perasaan suka yang aku simpan begitu lama.Sungguh ya, sedari hujan turun tadi aku ingin mengirim sms atau meneleponmu sekadar berbasa-basi saja. Entah itu menanyakan kabar atau kegiatanmu “hey.sedang apa?” Sampai sekarang hujan reda pun belum juga satupun niat itu kukerjakan. AH! Hujan reda ya, syukurlah berarti sebentar lagi pelangi akan muncul dari kejauhan atau tidak yaa siluetnya saja yang mampir di jendela rumah karena begitu padatnya pemukiman di Ibukota saat ini.“permisiii… mas rangga”“ah Indah, iya ada apa?”“ini ibu masak agak lebih soalnya sekalian syukuran kantor aku yang baru mas. Kalo bisa nanti datang ya abis maghrib ada kenduri-nya di rumah (selametan/syukuran)”“oh iya indah, saya pasti datang.”“maaf ya mas dadakan, karena tadi hujan jadi baru sempat kasih ini sama undang kendurinya sekarang.”“oh iya iya gapapa..”“permisii mas…”Tuhan benar sekali menciptakan pelangi setelah hujan reda, aku tidak usah repot-repot memintamu datang. Aku hanya cukup berdoa sambil mensyukuri dan menikmati INDAHnya hujan tadi. Karena aku yang akan mendatangimu nanti pelangi indahku.
28 January 2013 11:40
Kamis, 24 Juli 2014
cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar